Di keheningan malam menutup diri dengan kehampaan, terbesit kisah ini yang tiada akhir dalam penderitaan. Kilau cahya gemerlap bak mutiara, merujuk pada satu kisah dalam kehidupan.
Kemana lagi harus melangkah tapaki jalan, semangat seolah pudar tanpa keraguan, rintihan jiwa meluap bak ombak debur di samudera. Sakit dan perih tak kunjung lenyap dalam diri.
Laju arus hempaskan lelah, sunyi sepi selimuti relung di dada, di penghujung jalan terdiam tanpa kata, menanti hadirnya harmonisasi mengubah dunia.
Setiap detik berjalan tegarkan pendirian, namun gelora rasa menghimpit sisi kalbu. Berhenti bukan langkah yang tepat, berdiam diri lambang kelemahan.
Tegaklah berdiri sambut masa dimana hilang seluruh derita.
Oleh: Dede Darya












