Dukung Program Ketahanan Pangan, BUMDes Pasir Barat Tanam Jagung Hibrida

Mandala Nusantara News, ‎Jambe – Dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi desa dan mendukung program swasembada pangan nasional, Pemerintah Desa Pasir Barat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) resmi melaksanakan program ketahanan pangan dengan melakukan penanaman jagung hibrida di lahan tidur.

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan “1 Desa 2 Hektar” yang digelorakan di wilayah Kabupaten Tangerang untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi produktif. Pemilihan jagung hibrida didasarkan pada potensi hasil panen yang tinggi, yang diperkirakan mampu mencapai rata-rata 10 hingga 13 ton per hektar.


‎Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Banten, H. Wawan Sumarwan,SH, Camat Jambe, Kapolsek Tigaraksa, I Made Artana, Babinsa, Kades Pasir Barat, Mario Wahyudin, Sekretaris Desa, Jarkoni, Ketua BUMDes Pasir Barat, ketua Gapoktan serta unsur pemerintahan Desa lainnya.

‎Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan lokal, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Hasil panen jagung hibrida nantinya akan dipasarkan sebagai bahan pakan ternak ke sejumlah perusahaan mitra dan Bulog, yang telah berkomitmen menyerap hasil panen petani lokal.

‎”Program ini adalah wujud nyata komitmen desa dalam menyukseskan Asta Cita Presiden untuk ketahanan pangan nasional. Kami berharap lahan yang dikelola BUMDes Pasir Barat ini menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara produktif,” ujar Kepala Desa Pasir Barat, Mario Wahyudin.


‎Lebih lanjut Mario Wahyudin menambahkan, untuk memastikan keberhasilan panen, pengelolaan lahan akan didampingi oleh tenaga penyuluh pertanian dan diawasi oleh unsur kepolisian serta TNI guna memastikan distribusi pupuk dan sarana produksi tepat sasaran.

‎”Dengan masa tanam yang relatif singkat, yakni sekitar 75 hingga 100 hari, BUMDes Pasir Barat optimis program ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga melalui pelibatan kelompok tani setempat dalam proses perawatan hingga masa panen tiba.”Pungkasnya. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *