Mandala Nusantara News, CISOKA, TANGERANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan meluapnya Kali Cidurian. Kondisi ini menyebabkan Jembatan Nyompok di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, kembali terendam air hingga tidak dapat dilalui kendaraan. Kamis 22/01/26
Berdasarkan data terkini per Januari 2026, banjir yang melanda wilayah ini tidak hanya memutus akses transportasi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian.
Desa Carenang tercatat sebagai salah satu wilayah yang paling terdampak, dengan sekitar 107 hektare sawah terendam banjir.
Luapan air yang menenggelamkan jembatan penghubung ini memaksa warga untuk mencari rute alternatif yang lebih jauh demi aktivitas sehari-hari.
Kondisi Jembatan Nyompok yang rendah memang kerap menjadi langganan banjir setiap kali debit air Kali Cidurian meningkat. Selain masalah banjir, cuaca ekstrem di awal tahun 2026 ini juga memicu bencana longsor di wilayah sekitar, tepatnya di Kampung Selapajang, Desa Carenang, yang menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat.
Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status darurat bencana di beberapa titik karena luasnya sebaran wilayah yang terdampak banjir. Sebagai langkah penanganan jangka panjang, Bupati Tangerang berencana mulai membangun tandon air di wilayah Cisoka pada tahun 2026 ini guna mengendalikan luapan air di masa mendatang.
Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan deras masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Cisoka dan sekitarnya. (Bagas)












