Mahasiswa UNTIRTA Fasilitasi Audiensi Persoalan Desa Banyuresmi ke Pemerintah Pusat

Mandala Nusantara News, Banyuresmi — Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Banyuresmi menginisiasi forum audiensi bersama Pemerintah Pusat guna menyampaikan berbagai persoalan desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni *Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan*. Audiensi tersebut berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, di Kantor Desa Banyuresmi, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang.

Forum audiensi digelar sebagai wujud peran aktif mahasiswa dalam mendorong pembangunan desa yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui audiensi ini, mahasiswa KKM Kelompok 26 memaparkan sejumlah permasalahan krusial yang masih dihadapi Desa Banyuresmi, seperti keterbatasan irigasi pertanian, keberadaan rumah tidak layak huni, serta kondisi infrastruktur jalan desa yang membutuhkan perhatian serius.

Kegiatan audiensi dipandu oleh Ahmad Rizki selaku moderator. Dalam perannya, Ahmad Rizki memberikan ruang yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparatur desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga, untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta keluhan secara langsung kepada Pemerintah Pusat. Ia menekankan pentingnya dialog yang terbuka dan konstruktif agar setiap persoalan yang disampaikan dapat dipahami secara komprehensif.

Audiensi ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), unsur pemerintah kecamatan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD). Kehadiran lintas pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk sinergi dalam merumuskan langkah bersama guna menjawab berbagai tantangan pembangunan desa.

Perwakilan Kemendes PDT, H. Agusarito, S.Sos.I., menyampaikan bahwa pihaknya siap menerima dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut. Ia menegaskan akan meneruskan berbagai masukan kepada kementerian terkait untuk mendorong kolaborasi antar instansi, terutama dalam menangani permasalahan desa yang bersifat mendesak.

Melalui audiensi ini, mahasiswa KKM UNTIRTA berharap dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat desa dan pemerintah pusat, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan Desa Banyuresmi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *