Mandala Nusantara News, Tangerang, Banten
Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026, Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang terus mengintensifkan kegiatan penertiban lalu lintas dengan mengedepankan pendekatan edukasi kepada masyarakat.
Operasi yang digelar di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polresta Tangerang ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Risqi Ardian mengatakan bahwa pada hari ketiga pelaksanaan operasi, petugas lebih fokus memberikan imbauan dan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, baik kepada pengendara roda dua maupun roda empat.
“Dalam Operasi Keselamatan Maung 2026 ini, kami lebih mengedepankan langkah preventif dan edukatif. Petugas memberikan teguran simpatik serta edukasi langsung kepada pengendara agar lebih disiplin dalam berlalu lintas,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pengendara mobil yang tidak menggunakan safety belt. Selain itu, masih ditemukan sejumlah pelanggaran lain seperti pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm standar dan penggunaan ponsel saat berkendara.
AKP Risqi menegaskan, penggunaan safety belt merupakan salah satu faktor penting dalam menekan risiko fatalitas apabila terjadi kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pengendara untuk selalu mematuhi aturan demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Operasi Keselamatan Maung 2026 rencananya akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat diharapkan dapat mendukung pelaksanaan operasi ini dengan tertib berlalu lintas dan melengkapi seluruh kelengkapan berkendara.












