Pawai Taaruf Meriahkan Pembukaan MTQ Ke-23 di Desa Rancabuaya Kecamatan Jambe

MN News Tangerang, – Camat Jambe, Tatang Suryana, S.STP, M.Si Secara Resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 tingkat Kecamatan Jambe di Desa Rancabuaya.

Selain membuka MTQ ke-23 Camat Jambe juga mengukuhkan para Dewan Hakim agar proses kompetisi berjalan dengan baik dan lancar.

Acara Pembukaan MTQ dimeriahkan dengan pawai taaruf yang dihadiri oleh Sepuluh Kafilah Desa Sekecamatan Jambe. Antusiasme tinggi dari para kafilah (peserta dan pendukung) menjadi salah satu aspek terpenting yang menyemangati dan memeriahkan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Dalam kesempatan itu, Camat Jambe Tatang Suryana  menyampaikan,
Pemerintah kecamatan Jambe  berkomitmen untuk selalu terus mendukung segala kegiatan keagamaan

“MTQ bukan hanya agenda tahunan tetapi menjadi bagian dari ikhtiar kita menjadikan Kecamatan Jambe sebagai Kecamatan yang religius dan berakhlak, “ujar Tatang.

Marilah kita jadikan kegiatan ini bukan sekedar acara seremonial tetapi  tonggak untuk menghidupkan kembali budaya membaca Alquran baik di rumah di masjid di mushola maupun di lingkungan kita masing-masing.

“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberkati kegiatan ini dan menjadikan seluruh peserta MTQ ini menjadi peserta Qurani sejati dan umat Rasulullah yang mendapat syafaat di hari akhir. “Ungkap Camat Jambe.

Sementara itu, Kepala Desa Rancabuaya H. Supandi selaku Tuan Rumah MTQ mengucapkan terimakasih kepada Seluruh Kepala Desa Sekecamatan Jambe yang sudah berpartisipasi untuk memeriahkan MTQ yang Ke-23.

“MTQ bukan hanya sekedar lomba, dan bukan juga sebagai melantunkan suara yang merdu atau Tajwid yang sempurna,” ungkapnya.

MTQ adalah cara memuliakan kalam Ilahi  dan menanamkan Kembali Cinta Alquran kepada hati masyarakat terutama anak-anak kita.

“Karena kita sadar Alquran bukan hanya untuk dilombakan tetapi untuk diamalkan dan menjadi cahaya untuk kehidupan kita sehari-hari, “Ujar Supandi.

Sekjen Abdesi Kabupaten Tangerang ini juga mengatakan, Hari ini kita berkumpul untuk memastikan bahwa syiar Islam tetap hidup di Kecamatan Jambe.

“Dalam Kontestasi kalah menang sudah biasa, tetapi yang lebih mulia adalah bagaimana Alquran tetap ada didalam hati dan menjadi teman hidup kita, serta menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan kita.” Pungkasnya.

(BAGAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *