Mandala Nusantara News, Batang, Jawa Tengah – Pemandangan tak biasa terlihat di Rizal Bawazier Center, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, saat puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memadati gedung tersebut. Mereka datang dari berbagai kecamatan untuk mengikuti pelatihan kreativitas yang digelar beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kaum perempuan pelaku UMKM yang ingin membawa usahanya ke tingkat lebih profesional dan inovatif. Sejak pagi, ruang pelatihan sudah dipenuhi peserta yang antusias.
Dalam sesi pelatihan, para peserta terlihat fokus menyimak pemaparan dari instruktur. Materi yang diberikan tidak hanya teori, tetapi langsung menyentuh aspek praktis yang dibutuhkan pelaku usaha. Mulai dari teknik produksi yang efisien, cara pengemasan produk agar lebih menarik, hingga strategi pemasaran digital di era media sosial, semua dikupas tuntas.
Tidak berhenti di situ, peserta juga diberi kesempatan langsung mempraktikkan pembuatan produk di lokasi. Suasana pun menjadi hidup ketika mereka saling bertukar ide dan mencoba teknik baru yang diajarkan.
“Kegiatan ini benar-benar membantu kami. Selain dapat ilmu baru, kami juga jadi tahu peluang usaha yang ternyata masih luas banget,” ungkap salah satu peserta perempuan dengan wajah berbinar.
Pelatihan ini digagas langsung oleh Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah X, Rizal Bawazier. Ia menegaskan bahwa penguatan UMKM adalah komitmennya untuk menopang ekonomi daerah. Menurut Rizal, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang harus terus didorong agar mampu bertahan di tengah persaingan pasar yang makin ketat.
“UMKM harus naik kelas. Kuncinya adalah kreativitas, inovasi, dan keberanian beradaptasi dengan zaman, termasuk melek teknologi digital. Lewat pelatihan ini kami ingin menciptakan ruang belajar yang nyata dan membangkitkan semangat teman-teman pelaku usaha,” kata Rizal di sela kegiatan.
Rizal menambahkan, Rizal Bawazier Center memang disiapkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Tempat ini tidak hanya dipakai untuk pelatihan, tetapi juga diharapkan menjadi inkubator lahirnya ide-ide bisnis baru yang potensial dari masyarakat Batang.
Lebih dari sekadar transfer ilmu, pelatihan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman. Interaksi antar pelaku UMKM terlihat cair sepanjang acara. Mereka saling bertukar cerita suka duka merintis usaha, memberi masukan, hingga membuka peluang kolaborasi. Suasana kekeluargaan dan kolaboratif begitu terasa.
Penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi titik awal penggerak ekonomi lokal. Dengan keterampilan yang meningkat dan kreativitas yang terasah, produk-produk UMKM Batang diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan sampai level nasional.
Tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bahwa semangat masyarakat Batang untuk maju sangat besar. Karena itu, kegiatan serupa diharapkan bisa digelar rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan UMKM di daerah.












