Mandala Nusantara News, Pemalang, – Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Desa Banjaran, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang kembali tuai protes warga atau orang tua penerima manfaat progam Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pada hari Rabu 11 Maret 2026. Warga masyarakat Desa Banjaran (orang tua penerima manfaat Program MBG) menuai protes dikarenakan menu yang didistribusikan dari salah SPPG diduga (Td) tidak sesuai standar gizi/dinilai tidak layak (menu bubur kacang ijo yang didistribusikan sudah menjadi kecambah). Sehingga terjadi polemik hingga melibatkan pemerintah desa (Pemdes) Banjaran untuk meredam polemik. Menurut dari narasumber terpercaya, pemilik atau pihak SPPG justru diduga hendak menyuap Kepada Desa (Kades) setempat guna cipta kondisi (meredam protes masyarakat).
Pengakuan tersebut juga disampaikan oleh orang tua penerima manfaat MBG, (Vp) mengatakan bahwa menu MBG yang diterima oleh anaknya (siswa salah satu SD) bahwa bubur kacang ijo yang didistribusikan diduga dari SPPG Banjaran milik (Td) tersebut sudah mulur dan tumbuh kecambah. Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa menu roti juga tidak layak (diduga berjamur).
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Retno Kepala Desa Banjaran memberikan keterangan bahwa, persoalan tersebut sudah diselesaikan. Pihaknya juga membantah adanya upaya untuk menyuap.
“Alhamdulillah terselesaikan dengan baik, terkait suap tidak ada,” jawab Retno, Kamis 12 Maret 2026. Retno juga tidak tahu menahu soal penyelengaraan SPPG terkait Juknis dan IPAL.
“Kalau ini (Juknis/IPAL) saya tidak tahu,” ujarnya.
Sementara, Td selaku pemilik SPPG di Desa Banjaran, hingga berita ini tayang, belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi.
Selain carut marut dan polemik soal menu MBG yang tidak layak, para pemilik MBG diduga tidak memenuhi Juknis dan mengabaikan IPAL, bahkan menurut informasi yang beredar ditengah masyarakat, para pengelola maupun pemilik SPPG di Pemalang diduga dikuasai oleh oknum PNS dan Pejabat.












