Mandala Nusantara News, Pemalang – Kodim 0711/Pemalang menggelar Kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial sebagai upaya memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (19/10/2026) pukul 14.00–15.45 WIB di Aula Oerip Sumoharjo Kodim 0711/Pemalang, dengan penanggung jawab Pasi Intel Kodim 0711/Pemalang Kapten Inf Suprapto, serta diikuti sekitar 100 peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Letkol Inf Ratno selaku Katim dari Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) beserta rombongan, Mayor Inf Wijil A. selaku Ws. Pasi Intel Korem 071/Wijayakusuma, Kapten Inf Suprapto (Pasi Intel Kodim 0711/Pemalang), Drs. Djoko Ngatmo, SE., M.Si. selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pemalang, serta para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutan Dandim 0711/Pemalang yang dibacakan oleh Kapten Inf Suprapto disampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Pusintelad sekaligus permohonan maaf karena Dandim tidak dapat hadir mengingat sedang melaksanakan tugas kedinasan di Kodam, sementara para perwira lainnya melaksanakan pendampingan Tim Verifikasi dan Validasi dari Mabes TNI.
Disampaikan pula bahwa kegiatan Binkom merupakan program dari Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bela negara, memperkuat komunikasi antara aparat dengan masyarakat, serta membangun kesadaran bersama dalam mencegah terjadinya konflik sosial melalui sinergi dan kebersamaan.
Pada sesi materi, Letkol Inf Ratno menyampaikan wawasan kebangsaan yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman. Kapten Inf Suprapto memberikan materi tentang Bela Negara sebagai bentuk pengabdian setiap warga negara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Drs. Djoko Ngatmo, SE., M.Si. menjelaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah konflik sosial melalui komunikasi yang baik, musyawarah, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Ratno juga membacakan sambutan Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat yang menegaskan bahwa konflik sosial merupakan ancaman nyata terhadap stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta persatuan bangsa. Konflik dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti perbedaan suku, agama, ras, antargolongan, kesenjangan sosial, perbedaan kepentingan, penyebaran berita bohong, provokasi, hingga minimnya komunikasi antarkelompok masyarakat.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan mampu memahami berbagai faktor penyebab konflik sosial, meningkatkan kemampuan mendeteksi potensi kerawanan sejak dini, serta mengedepankan komunikasi, dialog, musyawarah, dan penyelesaian secara damai sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penanganan konflik sosial juga telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, yang menegaskan bahwa pencegahan konflik merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.
Selain sebagai sarana mempererat silaturahmi, kegiatan Pembinaan Komunikasi ini juga menjadi wadah untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sehingga dapat segera dicari solusi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Melalui kegiatan Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial ini, Kodim 0711/Pemalang berharap seluruh elemen masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di lingkungan masing-masing, memperkuat deteksi dini, serta terus membangun komunikasi yang harmonis dalam menyelesaikan setiap permasalahan secara bijaksana.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan Kabupaten Pemalang senantiasa menjadi wilayah yang aman, damai, harmonis, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas serta mendukung pembangunan daerah dengan rasa aman dan penuh optimisme.












