mandalanusantaranews.com Tangerang, Balaraja – Truk tanah terparkir Liar di depan SDN 1 Balaraja sangat mengganggu kenyamanan masyarakat serta di keluhkan orang tua siswa yang hendak antar anaknya sekolah untuk menuntut ilmu dan hal tersebut juga sangat di keluhkan oleh pihak sekolah, pasalnya truk tanah dapat menghalangi pandangan ketika hendak menyebrang dan dapat menimbulkan kecelakaan, Kamis(28/11/2024).
Saniman salah satu orang tua siswa yang tinggal di RT 04/02 Balaraja sangat keluhkan atas ketidaknyamanan ketika hendak antar anaknya untuk bersekolah karena mobil truk tanah tersebut parkir percis di depan sekolah.
“Saya selaku orang tua siswa sangat resah, dan mungkin bukan hanya saya akan tetapi hampir seluruh orang tua siswa merasakan hal yang sama, ” Terang Saniman.
Senada juga di utarakan oleh pihak penjaga sekolah yang bernama Masrur, ia sudah beberapa kali menegor pihak sopir tapi tidak pernah di gubris dan malahan melawan dengan kalimat “emang jalan punya siapa, ini jalan umum”.
” Kami pihak sekolah jelas merasa risih dengan adanya mobil truk tanah yang terparkir di depan sekolah, seringkali saya tegor akan tetapi selalu melawan dengan kalimat “ini jalan umum memangnya kenapa kalau parkir disini” seperti itu ucapan sopir, “jelas Masrur yang merupakan penjaga sekolah yang tinggal di kp. Bakung kelurahan Balaraja.
Pemandangan truk tanah yang terparkir di depan sekolah ini bukan kejadian pertama dan sudah menjadi tontonan masyarakat sekitar.
Dengan adanya kejadian seperti itu awak media melaporkan kepada Pemerintah Daerah kabupaten Tangerang serta Dinas Perhubungan kabupaten Tangerang sehingga mendapatkan tindaklanjut yang maksimal dan responsif karena tidak selang berapa lama anggota dari Dinas Perhubungan kabupaten Tangerang datang ke lokasi, akan tetapi mobil truk tanah tersebut masih tetap terparkir di karenakan sopir tidak dapat di ketemukan.
Di ketahui anggota Dinas Perhubungan kabupaten Tangerang yang mendatangi tempat truk tanah terparkir liar tersebut bernama Herdi yang katanya merupakan Kepala Tim (Katim) untuk pos penjagaan wilayah Balaraja yang bertugas di pos pantau yang berada di Sentiong atau area pasar Sentiong, ia menyampaikan beberapa kalimat dengan tegas bahwasanya ia sudah berusaha mencari sopir truk tanah dan akan tetapi belum ketemu.
“Saya sudah bolak-balik mencari sopir truk tanah tersebut, akan tetapi belum ketemu, ” Ungkap Anggota Dishub.
Lanjut anggota dishub, ia menegaskan bahwa memang hampir semua truk pengangkut tanah itu sudah melanggar aturan dengan menyebutkan salah satu contoh dari model bak atau dari Kir serta jelas tidak ada STNK ataupun kelengkapan data lainnya.
“Itu semuanya sudah melanggar aturan dari mulai model bak dan Kir itu tidak ada bahkan saya meyakini SIM dan STNK tidak dan dapat di lihat dari Plat nomornya aja tidak ada” Tandas nya.
“Jangankan Perbup Undang-Undang saja sudah di langgar yang sudah jelas sanksinya, ” Tutupnya sembari raut wajah kesal.
Di tempat terpisah salah satu warga yang bernama Endang datang menghampiri awak media dan mencoba menjelaskan bagaimana truk tanah tersebut terparkir di depan sekolah, menurut Endang yang menyebutkan dirinya bertetangga di Kampung nya yaitu Rangkas Bitung bahwa sopir sedang sakit dan sekarang ada di kontrakan nya sedang numpang istirahat.
“Sopirnya sakit dan kebetulan dia tetangga saya di rangkas, sekarang lagi istirahat di kontrakan, ” Terang Endang.
Hingga berita ini di terbitkan mobil truk tanah yang meresahkan masyarakat masih terparkir. Sehingga menjadi perbincangan di salah satu group Forum Peduli Balaraja.
Editor : Dede Darya












