Mandala Nusantara News, Tangerang, – Santri Al-Mutaba’ah bersama masyarakat sukses menggelar Haul ke-133 Sayyid Ulama Hijaz, Syekh Nawawi al-Bantani, yang berlangsung di Kampung Karang Kobong, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Rabu malam Kamis (15/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Nurul Falak ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai daerah di Banten.
Diketahui, Syekh Nawawi al-Bantani merupakan ulama besar asal Tanara, Banten, yang memiliki pengaruh hingga tingkat internasional. Sejak muda, beliau dikenal memiliki kecintaan tinggi terhadap ilmu agama hingga akhirnya hijrah ke Mekkah untuk menuntut ilmu.
Di Tanah Suci, beliau tidak hanya menjadi pelajar, tetapi juga ulama besar yang mengajar di lingkungan Masjidil Haram. Murid-muridnya datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Nusantara.
Salah satu karya monumentalnya adalah kitab tafsir Al-Qur’an Marah Labid li Kasyf Ma’na al-Qur’an al-Majid atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Munir, yang hingga kini masih menjadi rujukan utama di berbagai pesantren di Indonesia.
Selain itu, beliau juga menulis berbagai kitab dalam bidang fikih, tauhid, dan tasawuf. Atas keluasan ilmunya, beliau mendapat gelar sebagai Sayyid Ulama Hijaz dan menjadi kebanggaan umat Islam Indonesia.
Syekh Nawawi al-Bantani wafat pada 27 Syawal 1314 Hijriah. Setiap tanggal tersebut, masyarakat Banten dan berbagai daerah di Indonesia rutin menggelar haul sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan beliau dalam menyebarkan ilmu Islam.
Pelaksanaan haul di Karang Kobong ini diawali sejak pagi hari dengan kegiatan khatmil Qur’an, kemudian dilanjutkan pada malam hari dengan tausiah Islam dan dzikir kubro.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ahmad Qurtubi Jaelani pimpinan pondok pesantren Al Futuhiyyah, Camat Tanara H. Sadirin, S.H., M.Si, para kiai dan alim ulama, kepala desa Bendung dan Kedaung, serta jamaah majelis taklim dari berbagai wilayah di Banten.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Dapil II Fraksi PDI-Perjuangan, Nugraha Adiatma.
Dalam tausiahnya, Ahmad Qurtubi Jaelani menegaskan, ” pentingnya kehati-hatian dalam menafsirkan Al-Qur’an. Ia menyampaikan bahwa Syekh Nawawi al-Bantani dalam mukadimah tafsirnya menekankan bahwa penafsiran Al-Qur’an tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa rujukan yang jelas dari para ulama ahli tafsir.
“Menafsirkan Al-Qur’an tidak bisa berdasarkan pendapat pribadi, meskipun dianggap benar. Harus memiliki sanad keilmuan yang jelas dan merujuk kepada para ulama,” ungkapnya
Ia juga menjelaskan bahwa sanad keilmuan tersebut bersambung hingga kepada dari syekh Nawawi merujuk ke Imam Sya’bi, yang berguru kepada ratusan sahabat Nabi, di antaranya Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, hingga Ali bin Abi Thalib, “Tegas KH Ahmad Kurtubi Jaelani.












