356 Mahasiswa Baru Universitas Raharja Dipersiapkan Menghadapi Era AI

Mandala Nusantara News, Tangerang – Sebanyak 356 mahasiswa baru Universitas Raharja Tahun Akademik 2026/2027 mulai memasuki lingkungan akademik melalui kegiatan Pengenalan Program Studi dan Kampus (Prospek). Kegiatan tersebut menjadi bagian awal pembentukan mahasiswa agar tidak hanya memahami kehidupan perguruan tinggi, tetapi juga siap menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan dunia kerja.

Prospek menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan kampus, nilai-nilai pendidikan, serta berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Rektor Universitas Raharja, Prof. Dr. Po Abas Sunarya, M.Si., menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak seharusnya berhenti pada pencapaian gelar akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kemampuan, pengalaman, sekaligus karakter selama menjalani proses perkuliahan.

“Tujuan kuliah bukan hanya mendapatkan ijazah, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memiliki kemampuan, pengalaman, dan karakter yang dapat bermanfaat ketika terjun ke masyarakat,” ujar Po Abas.

Ia mengatakan, keberhasilan perguruan tinggi idealnya tidak hanya dilihat dari besarnya jumlah mahasiswa, tetapi juga dari kualitas lulusan serta kontribusi mereka setelah menyelesaikan pendidikan.

“Motto Universitas Raharja itu bukan bangga seberapa banyak mahasiswanya, tetapi bangga karena seluruh mahasiswa dapat terserap dalam berbagai kegiatan setelah lulus nanti,” katanya.

AI Menjadi Bagian Penting Pendidikan

Perubahan teknologi yang semakin cepat turut menjadi perhatian Universitas Raharja. Kampus mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Po Abas menyebut penguasaan AI menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda karena teknologi tersebut telah memasuki berbagai sektor kehidupan dan dunia profesional.

“Raharja selalu tampil di depan. Kita harus mewajibkan kecerdasan buatan itu menyertai dalam program pendidikan, kurikulum, dan berbagai aspek pembelajaran lainnya,” ungkapnya.

Menurut dia, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memahami sekaligus memanfaatkan teknologi secara produktif. Bahkan, mahasiswa didorong untuk mampu menghasilkan inovasi dan solusi baru melalui teknologi digital.

Di sisi lain, penguatan teknologi tetap harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Mahasiswa diingatkan untuk menjaga etika, integritas, serta menjauhi berbagai tindakan yang dapat menghambat masa depan, termasuk pelanggaran hukum, korupsi, dan penyalahgunaan narkoba.

Melalui Prospek 2026/2027, Universitas Raharja menegaskan komitmennya membangun lingkungan pendidikan yang memadukan kompetensi digital dengan karakter. Sebanyak 356 mahasiswa baru diharapkan mampu tumbuh menjadi lulusan yang adaptif, profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi di tengah perubahan era teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *