Mandala Nusantara News, LIMPUNG, BATANG – Wajah baru Lapangan Cokronegoro di Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, kini tampil lebih modern dan fungsional. Jika sebelumnya hanya dikenal sebagai lapangan sepak bola, kini lapangan bersejarah tersebut dilengkapi dengan fasilitas jogging track permanen sepanjang sekitar 400 meter yang mengelilingi lapangan.
Fasilitas olahraga untuk masyarakat umum ini merupakan bantuan dari program CSR BNI yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI Komisi VI Dapil Jawa Tengah X yang meliputi Kabupaten Batang, Kota dan Kabupaten Pekalongan, serta Kabupaten Pemalang, yaitu Rizal Bawazier.
Rizal Bawazier dalam acara peresmian mengaku terharu karena ini adalah program CSR BUMN pertama yang berhasil ia wujudkan setelah resmi bertugas di Komisi VI DPR RI. Komisi VI sendiri merupakan komisi yang bermitra langsung dengan BUMN.
“Hasilnya bagus sekali. Saya melihat langsung kualitas pembangunannya sangat baik dan layak untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rizal, pembangunan jogging track ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan ruang olahraga yang aman. Selama ini, banyak warga yang terpaksa jogging di pinggir jalan raya Pantura yang ramai, maupun di Alun-alun Limpung yang sudah padat aktivitas ekonomi.
Ia menekankan bahwa fasilitas ini bersifat inklusif dan terbuka untuk siapa saja, tidak terbatas hanya untuk warga Desa Limpung. Warga dari Reban, Tersono, Banyuputih, dan kecamatan sekitarnya dipersilakan untuk memanfaatkannya.
Untuk itu, ia menitipkan pesan khusus agar fasilitas yang telah dibangun dengan dana tidak sedikit ini dijaga bersama-sama, baik dari segi kebersihan maupun dari potensi kerusakan.
Branch Manager BNI Limpung, Edi Susanto, menambahkan bahwa BNI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program TJSL yang tepat sasaran, terutama di bidang kesehatan dan fasilitas publik.
Kepala Desa Limpung, Ibnu Kamil Muhammad Rum, menyambut gembira pembangunan tersebut. Ia menceritakan transformasi area lapangan yang sebelumnya hanya tanah dan rumput liar menjadi lintasan yang mulus dan nyaman.
Ia juga mengungkapkan bahwa Alun-alun Limpung sudah tidak lagi ideal untuk olahraga karena sudah dipenuhi pedagang. Dengan dialihkannya pusat olahraga ke Lapangan Cokronegoro, diharapkan aktivitas warga menjadi lebih tertata.
Tak lupa, Ibnu juga menjelaskan filosofi di balik nama Lapangan Cokronegoro. Nama tersebut diabadikan untuk mengenang jasa Cokronegoro, sosok prajurit Pangeran Diponegoro yang dipercaya sebagai cikal bakal berdirinya Desa Limpung. Makam dan prasasti peninggalannya masih terjaga hingga kini di desa tersebut.
Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat, Tri Teguh, yang berharap kolaborasi positif antara anggota DPR RI dan BUMN seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain di Dapil Jateng X.
Kini, warga Limpung tidak perlu lagi khawatir berolahraga di jalan. Cukup datang ke Lapangan Cokronegoro, warga bisa berjalan santai, jogging, hingga lari dengan aman dan nyaman.












