Mandala Nusantara News, TANGERANG — Viral pemberitaan mengenai meninggalnya Nopi Haerani (16) di Puskesmas Cisoka pada Kamis, 17 September 2026, yang sebelumnya memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam penanganan medis, kini mendapat tanggapan langsung dari pihak Puskesmas Cisoka.
Kepala Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Mandala Nusantara News, Senin (21/9/2026), memberikan penjelasan mengenai kronologi penanganan pasien sejak pertama kali tiba di puskesmas hingga dinyatakan meninggal dunia.
Menurut keterangan pihak puskesmas, Nopi Haerani atau disebut dalam penjelasan medis sebagai pasien N.H, dibawa orang tua dan keluarganya ke Puskesmas Cisoka sekitar pukul 07.30 WIB dalam kondisi pucat, lemas dan mengalami sesak napas yang disebut telah berlangsung lebih dari satu minggu.
Pihak puskesmas menyebut pasien saat itu masih dalam kondisi sadar dan bahkan dapat memberikan keterangan mengenai keluhan yang dialaminya.
> “Pasien kemudian mendapatkan pemeriksaan dan penanganan oleh dokter jaga sesuai prosedur, termasuk pemberian oksigen, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium,” demikian keterangan drg. Reta Rianti.
Setelah hasil pemeriksaan laboratorium tersedia, keluarga disebut telah mendapatkan penjelasan mengenai kondisi pasien dan dianjurkan agar Nopi segera mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Namun, menurut pihak Puskesmas Cisoka, keluarga pada awalnya menolak rujukan ke rumah sakit dan telah menandatangani surat penolakan rujukan. Keluarga disebut memilih agar pasien tetap mendapatkan perawatan di Puskesmas Cisoka.
Situasi kemudian berubah ketika kondisi Nopi terus mengalami penurunan.
Tim medis kembali meminta persetujuan keluarga untuk melakukan rujukan. Kali ini keluarga akhirnya menyetujui rujukan tersebut.
Namun, kondisi pasien disebut semakin memburuk sebelum proses rujukan dapat dilakukan.
Tim medis kemudian melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai upaya penanganan terhadap kondisi kegawatdaruratan pasien.
Meski telah dilakukan tindakan medis, Nopi akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Cisoka sekitar pukul 13.30 WIB, sebelum sempat dirujuk ke rumah sakit.
Keterangan Puskesmas Cisoka tersebut menjadi bagian penting dalam polemik yang berkembang setelah pemberitaan mengenai wafatnya Nopi viral dan memunculkan pertanyaan publik terkait proses penanganan medis yang diterimanya.
Di satu sisi, pihak keluarga sebelumnya menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan penanganan terhadap Nopi. Di sisi lain, Puskesmas Cisoka menyatakan pasien telah mendapatkan pemeriksaan dan tindakan medis serta menyebut adanya penolakan rujukan pada tahap awal.
Dengan adanya dua versi informasi tersebut, publik kini membutuhkan penjelasan yang utuh, transparan, dan dapat diverifikasi mengenai kronologi pelayanan Nopi sejak tiba di Puskesmas Cisoka hingga dinyatakan meninggal dunia.












