Diduga Ada Upaya Mempengaruhi Independensi Jurnalis, Pemberitaan Tambang Emas Ilegal Gunung Guruh Kembali Jadi Sorotan

Mandala Nusantara News, Bogor, 25 Juli 2026 – Dugaan adanya upaya memengaruhi independensi jurnalis kembali mencuat setelah terbit pemberitaan mengenai maraknya aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Guruh, Kampung Cubugis, Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya, Mandala Nusantara News menerbitkan laporan yang menyoroti dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal, dugaan pencurian arus listrik PLN untuk menunjang operasional tambang, serta desakan dari LSM Pelopor Indonesia agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas terhadap dugaan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak Redaksi Mandala Nusantara News, tidak lama setelah berita tersebut dipublikasikan, seorang pria yang mengaku bernama JPR menghubungi redaksi melalui aplikasi WhatsApp.
Dalam percakapan tersebut, JPR mengirimkan tautan berita Mandala Nusantara News disertai pesan, “Tolong dibantu bang.”

Redaksi kemudian menjelaskan bahwa kewenangan pemberitaan berada pada wartawan yang menyusun berita dan menyarankan agar JPR berkomunikasi langsung dengan penulis berita.
Beberapa saat kemudian, JPR disebut menghubungi wartawan yang bersangkutan melalui WhatsApp.

Dalam komunikasi itu, JPR meminta izin untuk memuat berita yang sama di media tempatnya bekerja.
Setelah memperoleh izin, berita tersebut kemudian diterbitkan di media Ekspose Lensa dengan judul, narasi, dan isi yang disebut hampir sama dengan berita Mandala Nusantara News, dengan perbedaan pada penggunaan gambar pendukung.

Menurut keterangan wartawan, beberapa hari kemudian, tepatnya pada Sabtu, 25 Juli 2026 sekitar pukul 12.08 WIB, JPR kembali menghubungi dirinya melalui WhatsApp.

Dalam komunikasi tersebut, JPR mengirimkan tiga tangkapan layar yang diklaim sebagai bukti transaksi transfer dari seseorang berinisial A.BRN kepada seorang wartawan dari media lain yang juga memberitakan persoalan tambang emas ilegal tersebut.

Tak lama setelah itu, JPR juga meminta agar nama Abah BR tidak lagi ditulis secara lengkap dalam pemberitaan dan cukup menggunakan inisial.

Berdasarkan salinan percakapan yang disebut dimiliki wartawan, JPR mengirimkan pesan sebagai berikut:
“Bang sya mohon dibantu bang nama Abah BR jangan ditulis bang masih keluarga sama saya Abah BR cuma memfasilitasi untuk mediasi GK ada sangkut pautnya sama kegiatan di lokasi mohon di bantu ya abangku.”
Selanjutnya, JPR kembali mengirimkan pesan:
“Yg menyebutkan nama Abah BR siapa bang.”

Menurut wartawan, percakapan kemudian berlanjut dengan pesan yang bernada menghina, di antaranya:
“Abang belajar kemana bang.”
dan
“Bego lu ya hadeeeh.”
Pihak wartawan Mandala Nusantara News menilai rangkaian komunikasi tersebut terkesan sebagai upaya membela A.BRN sekaligus memberikan tekanan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan maupun tanggapan dari JPR maupun pihak A.BRN terkait isi percakapan tersebut.

Di sisi lain, aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Guruh masih menjadi perhatian publik. Hingga berita ini diterbitkan dalam edisi ketiga, belum terdapat informasi mengenai tindakan penertiban dari instansi pemerintah maupun aparat penegak hukum terhadap dugaan aktivitas pertambangan ilegal di Kampung Cubugis, Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Apabila dugaan aktivitas tersebut masih berlangsung, masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus memberikan penjelasan kepada publik mengenai perkembangan penanganannya.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *