Mandala Nusantara News, SERANG — Babak baru kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS) resmi dimulai. Melalui Kongres XII yang digelar pada 25–26 Oktober 2026 di Aula Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Serang, Abdul Salam dan Fitriyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) HAMAS periode 2026–2028.
Terpilihnya pasangan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Irhamuloh sebagai Ketua Umum PP HAMAS periode 2023–2025, sekaligus membuka harapan baru terhadap penguatan peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan mendorong pembangunan di Kabupaten Serang maupun Kota Serang.
Mengusung tema “Menanam Gagasan, Merajut Perubahan”, Kongres XII HAMAS bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi organisasi untuk mempertegas posisi mahasiswa sebagai kekuatan intelektual, moral, dan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Didirikan pada 12 November 2001, HAMAS merupakan organisasi mahasiswa kedaerahan yang telah berkiprah hampir seperempat abad di Serang, Banten.
Selama perjalanan organisasinya, HAMAS telah menjalankan berbagai kegiatan kaderisasi, gerakan mahasiswa, serta kontribusi pemikiran terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, keberadaan HAMAS diharapkan tidak hanya menjadi wadah berhimpun mahasiswa, tetapi juga mampu melahirkan kader yang memiliki keberanian menyampaikan kritik, menawarkan solusi, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Kongres XII menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah perjuangan HAMAS dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan politik daerah.
Dalam forum permusyawaratan tertinggi tersebut, seluruh komisariat yang hadir menyepakati Abdul Salam dan Fitriyah sebagai pasangan pemimpin baru PP HAMAS periode 2026–2028.
Kesepakatan secara aklamasi tersebut mencerminkan dukungan peserta kongres terhadap kepemimpinan baru untuk melanjutkan regenerasi dan pembenahan organisasi.
Pasangan Abdul Salam dan Fitriyah membawa visi:
“Terwujudnya Himpunan Mahasiswa Serang sebagai rumah gagasan yang progresif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi Serang dan Indonesia.”
Visi tersebut menjadi landasan kepemimpinan baru untuk membangun organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kepemimpinan baru HAMAS dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa gagasan progresif dan kolaboratif dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata, khususnya dalam merespons persoalan pendidikan, ketenagakerjaan, pembangunan infrastruktur, lingkungan hidup, serta kebijakan publik di wilayah Serang.
Selain menetapkan kepemimpinan baru, Kongres XII HAMAS juga menghasilkan sejumlah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk penyesuaian sistem kaderisasi dengan perkembangan zaman.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan internal organisasi agar proses regenerasi kader semakin relevan dengan tantangan mahasiswa saat ini.
Pembenahan kaderisasi diharapkan mampu menghasilkan generasi mahasiswa yang kritis, berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta peka terhadap persoalan masyarakat.
Pergantian kepemimpinan dari Irhamuloh kepada Abdul Salam menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi yang telah berlangsung selama hampir 25 tahun.
Kepengurusan baru kini memiliki tanggung jawab untuk menjaga independensi HAMAS sekaligus memperkuat fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah daerah.
HAMAS diharapkan tidak kehilangan keberanian bersikap kritis terhadap kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat, baik di Kabupaten Serang maupun Kota Serang.
Kritik yang dibangun mahasiswa juga perlu disertai kajian, data, serta gagasan konstruktif agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Kongres XII ditutup dengan prosesi serah terima jabatan secara simbolis dari Ketua Umum sebelumnya, Irhamuloh, kepada Ketua Umum terpilih, Abdul Salam.
Dengan berakhirnya kongres tersebut, kepemimpinan Abdul Salam dan Fitriyah diharapkan mampu membawa HAMAS menjadi organisasi mahasiswa yang lebih solid, independen, progresif, dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Kini, publik menanti sejauh mana kepemimpinan baru HAMAS mampu membuktikan semangat “Menanam Gagasan, Merajut Perubahan” melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan organisasi.












