MIRIS! ANAK 3 TAHUN DENGAN PERUT MEMBESAR BUTUH PENGOBATAN, DIMANA PERAN PEMPROV BANTEN?

Mandala Nusantara News, PANDEGLANG, BANTEN — Potret memilukan seorang anak berusia 3 tahun bernama M. Malik Almutad, yang terlihat mengalami pembesaran perut, menggugah kepedulian publik setelah keluarganya muncul dalam siaran langsung TikTok melalui akun Akang Hasan. Di tengah kondisi yang memprihatinkan, muncul pertanyaan besar: sudahkah pemerintah hadir untuk anak yang membutuhkan pertolongan medis dan bantuan sosial ini? Jum’at (23/10/2026).

Dalam siaran langsung tersebut, keluarga menyampaikan bahwa mereka telah berupaya meminta bantuan ke pihak desa di Kampung Kadu Carangka, RT 007/RW 004, Desa Mogana, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Namun, menurut keterangan keluarga, persoalan data kependudukan menjadi kendala. Malik diketahui tercatat sebagai warga Kampung Situ Jaya, RT 012/RW 003, Desa Curug Panjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Perbedaan domisili tersebut semestinya menjadi persoalan administratif yang dicarikan jalan keluar, bukan alasan untuk membiarkan kebutuhan mendesak seorang anak tanpa kepastian pertolongan.

Nenek Sani Berharap Uluran Tangan Pemerintah

Malik saat ini tinggal bersama neneknya, Ibu Sani. Kondisi ekonomi keluarga disebut sangat memprihatinkan. Bahkan, menurut penuturannya, kondisi rumah yang mereka tempati jauh dari kata layak, sementara kebutuhan pengobatan Malik membutuhkan perhatian serius.

“Jangankan untuk berobat, kondisi rumah saja sangat jauh dari kata layak,” demikian keluhan yang disampaikan dalam seruan bantuan tersebut.

Kondisi perut Malik yang membesar memerlukan pemeriksaan medis secepatnya untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat. Diagnosis tidak dapat dipastikan hanya melalui tayangan video.

Pemprov Banten, Pemkab Pandeglang, dan Lebak Harus Turun Tangan!

Kasus ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, dan Pemerintah Kabupaten Lebak untuk berkoordinasi memastikan Malik memperoleh akses pelayanan kesehatan dan bantuan sosial sesuai kebutuhannya.

Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta fasilitas kesehatan terdekat diharapkan segera melakukan penjangkauan dan memfasilitasi pemeriksaan medis. Jika terdapat kendala administrasi kependudukan atau jaminan kesehatan, keluarga perlu dibantu mencari solusi sesuai ketentuan yang berlaku.

Keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas. Koordinasi antardaerah semestinya menjadi jalan untuk menghadirkan pertolongan, bukan membuat keluarga semakin kebingungan mencari bantuan.

Seruan untuk Gubernur Banten

Melalui pemberitaan ini, perhatian Gubernur Banten Andra Soni turut diharapkan agar kasus Malik mendapat tindak lanjut nyata.

“Pak Andra Soni, mohon bantu warga Banten. Ada anak berusia 3 tahun yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan, sementara keluarganya hidup dalam kondisi serba terbatas. Mohon pemerintah hadir, memastikan anak ini mendapatkan pertolongan dan keluarganya memperoleh pendampingan,” demikian seruan kepedulian yang ditujukan kepada pemerintah daerah.

Publik tentu berharap persoalan ini tidak berhenti menjadi perbincangan di media sosial. Yang dibutuhkan keluarga bukan sekadar simpati, melainkan langkah konkret berupa pemeriksaan medis, pendampingan, dan kepastian akses bantuan.

Di tengah persoalan administrasi dan keterbatasan ekonomi, satu hal tidak boleh dilupakan: Malik adalah seorang anak yang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan perlindungan. Lantas, kapan pemerintah turun tangan memastikan hak tersebut terpenuhi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *