Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Blimbing Capai Progres 37,8%

Mandala Nusantara News, Pemalang – Pelaksanaan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Blimbing, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Selasa (5/5/2026), progres pembangunan telah mencapai 37,8 persen.

Pembangunan jembatan gantung ini memiliki panjang bentangan 120 meter dengan lebar 1,2 meter. Proyek tersebut menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya sebagai penghubung antara Desa Blimbing, Kecamatan Ampelgading, dengan Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh.

Adapun sasaran pekerjaan meliputi pembangunan jembatan gantung secara menyeluruh, dimulai dari tahap awal hingga konstruksi utama. Hingga saat ini, beberapa tahapan pekerjaan telah berhasil diselesaikan, di antaranya pembersihan lahan, perataan lahan, dan perambuan yang masing-masing telah mencapai 100 persen.

Sementara itu, pekerjaan pada bagian pondasi masih terus berjalan, meliputi penggalian, pemasangan trucuk, pembuatan lantai kerja pondasi, pembesian pondasi, serta pemasangan bekisting.

Jembatan Perintis Garuda ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 2.350 Kepala Keluarga (KK). Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, meningkatkan akses ekonomi, serta mendukung kegiatan sosial dan pendidikan di kedua desa yang terhubung.

Danramil 07/Ampelgading Kodim 0711/Pemalang, Kapten Inf Gatot Margono, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.

“Kami terus berupaya maksimal agar pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan ini,” ujarnya.

Dengan progres yang terus meningkat, diharapkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana vital penghubung antarwilayah di Kabupaten Pemalang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *