VIRAL KAKEK TERLANTAR DI RUKO, BUPATI CIANJUR TURUN TANGAN — KINI MUNCUL DESAKAN HAPUS VIDEO

TANGERANG– CIANJUR | MANDALA NUSANTARA NEWS — Kisah Syaiful Hak Madani (58), warga asal Cianjur, yang mengaku terusir dari rumah oleh anak kandungnya hingga terlantar di sebuah ruko di kawasan Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, akhirnya berujung pada penanganan Dinas Sosial.

Syaiful ditemukan pada Jumat, 25 September 2026, di ruko milik Luki Al-Hakim. Menurut keterangan keluarga Luki, sang kakek kemudian ditolong, diberi tempat, serta diurus selama dua hari dua malam sebelum akhirnya keberadaannya diketahui pihak keluarga.

Luki kemudian mengunggah video mengenai kondisi Syaiful melalui akun Instagram miliknya. Video tersebut viral dan mendapat perhatian luas, hingga Bupati Cianjur turut merespons langsung melalui kolom komentar Instagram Luki, dengan menuliskan:

“Kang, makasih udah memberikan tempat aman. Insyaallah tim segera datang untuk melakukan penjemputan.”

Viralnya video tersebut kemudian mempercepat koordinasi. Dinsos Cianjur berkomunikasi dengan Dinsos Kabupaten Tangerang, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Kepala Desa Cikuya, Ade Sapei. Kepala desa kemudian mendatangi lokasi dan membantu proses penanganan hingga Syaiful dijemput pihak keluarga yang di wakili oleh anak menantu Syaiful (Fikas Azima KR) Minggu dini hari sekira pukul 01.30 WIB.

Petugas Dinsos Cianjur yang diketahui bernama Leny, saat dikonfirmasi media, menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah selesai ditangani dan pihaknya mengapresiasi kepedulian berbagai pihak.

Namun, persoalan baru justru muncul setelah Syaiful berhasil ditemukan.

Keluarga Syaiful disebut menghubungi pihak Luki melalui WhatsApp dan meminta agar video yang telah viral tersebut dihapus serta keluarga Luki membuat video klarifikasi.

Permintaan itu mendapat keberatan dari pihak keluarga Luki.

“Kalau kami diminta membuat klarifikasi, seolah-olah kami yang salah. Padahal karena video itulah keluarga Syaiful akhirnya mengetahui keberadaannya. Kami hanya menolong dan merawat beliau selama dua hari dua malam. Kami kasihan,” ujar keluarga Luki.

Kini publik dihadapkan pada pertanyaan: apakah sebuah video yang memperlihatkan kondisi seorang warga terlantar harus dihapus setelah tujuan pertolongan tercapai, atau justru menjadi bagian dari jejak sosial bahwa pernah ada seorang manusia yang membutuhkan pertolongan?

Di sisi lain, permintaan penghapusan video dan klarifikasi dari pihak keluarga Syaiful perlu dikonfirmasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Yang jelas, kasus ini memperlihatkan satu hal penting: kepedulian seorang pemilik ruko mampu membuka jalan hingga pemerintah daerah mengetahui keberadaan seorang warganya yang terlantar.

Kini Syaiful telah berada dalam penanganan Dinas Sosial Cianjur, sementara polemik video viral tersebut masih menyisakan tanda tanya.

Ketika seorang kakek terlantar ditemukan, yang viral bukan sekadar videonya, tetapi juga pertanyaan tentang keluarga, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap orang tua.(Red. Vera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *