‎Yayasan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara Bentuk Ranting Padepokan di PONPES Daarul Muntaha, Lebak Banten ‎

Mandala Nusantara News, ‎Lebak Banten – Yayasan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara silahturahmi pembentukan ranting padepokan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara di PONPES Daarul Muntaha, di Warung gunung Lebak Banten, Jum’at malam (30 Juni 2026).

‎Pembentukan ranting padepokan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara di PONPES Daarul Muntaha bersinergi untuk umat dan bangsa, melestarikan seni budaya pencak silat Tjimande Tarikolot Karuhun Banten.

‎Didin Abdul Latif, pengasuh PONPES Darul Muntaha menyampaikan,”
‎Alhamdulillah pada malam hari ini dalam rangka membuka pembukaan awal
‎Silaturahmi Pembentukan Padepokan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara di Pesantren. Jadi ini ranting Pondok Pesantren, anak-anak santri PONPES Daarul Muntaha.

‎”Alhamdulillah pembukaan ini awal dari pembukaan-pembukaan yang sangat sederhana tetapi hikmat mudah-mudahan ini menjadikan awal dari keberkahan dan kemaslahatan untuk Pondok Pesantren
‎ikut serta dalam melestarikan, mengembangkan nilai-nilai Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara
‎sebagai satu hasanah, hasanah pencak silat yang punya seni Nusantara Indonesia.

‎”Tujuan pesantren juga tidak luput dari seni budaya, terutama pencak silat.
‎Seperti mata koin yang tidak dipisahkan bicara pesantren, bukan saja hanya dia mengaji ilmu-ilmu pengetahuan agama,
‎tapi santri-santri juga harus dibekali keterampilan. Dibekali pandangan tentang sejarah seni budaya,” ucap Didin Abdul Latif, pengasuh PONPES Darul Muntaha.

‎Anak-anak santri itu sangat antusias, sangat semangat, ingin belajar dari sisi melestarikan seni budaya budaya Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara ini sangat antusias.

‎”Alhamdulillah memang sudah lama ya, ingin ada pelajaran-pelajaran seni budaya Pencak silat Tjimande ini sangat diharapkan oleh anak-anak Santri juga.
‎Karena ini bukan hal baru bagi dunia pada persilatan, tapi di kalangan Santi kan baru.

‎”Dari sisi pengasuh memang dunia pesantren akan banyak pesantren-pesantren mungkin di Nusantara juga yang belum mengenal jauh lebih dekat tentang seni budaya pencak Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara Karuhun Banten,” Ujarnya

‎Harapan kedepan Mudah-mudahan melestarikan pasti itu basis.
‎Yang kedua, mengembangkan, bisa mengembangkan dalam sisi prestasi dalam dunia ekstra kurikuler pesantren, bagian dari dakwah ya. Dakwah prestasi ketika prestasi tentu punya nilai dakwah di publik. Ternyata memang santri juga ikut andil melestarikan dalam sisi prestasi seni budaya.

Adi Hidayat biasa di sapa Dewan guru Abril menyatakan,” kami selaku budayawan, selaku para pesilat berharap besar Seni budaya ini terus berkembang
Entah di PONPES pesantren, entah di kampung, entah di kota, entah dimana saja.

Dalam momentum saat ini, malam Jumat ini Di poda pesantren Darul Muntah
Alhamdulillah hari ini kita sudah
‎Resmikan, padepokan Tjimande Tarikolot Cakra nusantara Lanjut melatih di PONPES Daarul Muntaha ini,” ucap dewan guru Abril.

‎Harapan kami semua bahwa budaya ini kita semua berjuang untuk tetap mempertahankan Supaya ke depan anak-anak mengenal keaktifan lokal daripada ke-nusantara Salah satunya adalah pencaksilat Tjimande orang banyak pemahaman dari pada Tjimande itu patah tulang, minyaknya
‎Tidak lebih mengenal daripada pencak silatnya.

‎”Sebagai bekal budaya Pemahaman agamanya, akidahnya itu bagiannya
Jasmaninya, olahraganya Pak Kiai
‎Insyaallah bagian saya Dengan rekan-rekan dan para pelatih Pengimbang Antara dunia dan akhirat
‎Mudah-mudahan menjadi Bekal buat para siswa yang ada di poda pesantren ini Dari bekal akhlaknya akidah dan pengetahuan wawasan mengenai budaya khususnya yang ada di Banten,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *