Normalisasi Waduk Sumur Karang Kronjo Mulai Menuai Harapan, Sumber Air Kembali Terlihat

Mandala Nusantara News, KABUPATEN TANGERANG – Upaya normalisasi Tandon atau Waduk Sumur Karang, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, mulai menunjukkan hasil dan menuai harapan bagi para petani serta masyarakat sekitar.

Setelah dilakukan upaya gotong – royong normalisasi, kini mulai terlihat munculnya sumber air di sebagian permukaan waduk yang telah dinormalisasi, meskipun masih belum turun hujan di kemarau tahun ini, Rabu 04 November 2026.

Kondisi tersebut menjadi harapan baru bagi keberlangsungan pengairan persawahan, khususnya ketika musim kemarau ini.

Tidak hanya berdampak pada kebutuhan pertanian, upaya ini juga menjadi bagian dari harapan besar masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengembalikan fungsi alam di kawasan Waduk Sumur Karang.

Besar harapan masyarakat agar keberadaan tandon air tersebut nantinya mampu menjadi sumber pengairan bagi lahan persawahan, sekaligus membantu menjaga kelembapan tanah dan tanaman perkebunan di sekitar waduk agar tidak mudah mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kronjo Hijau, kawasan tersebut ke depannya juga direncanakan memiliki fungsi tambahan, yakni sebagai kawasan wisata lokal Kronjo Sumur Karang serta ruang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.

KSM Kronjo Hijau menyadari bahwa pemerintah telah memberikan perhatian terhadap pembangunan di wilayah Kronjo. Namun, di sisi lain, masih banyak wilayah di Provinsi Banten yang juga membutuhkan perhatian dan pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi, perencanaan, serta tahapan waktu yang tepat dalam merealisasikan berbagai kebutuhan pembangunan.

Berangkat dari kesadaran tersebut, putra daerah Kronjo melalui KSM Kronjo Hijau mengambil inisiatif langkah strategis dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Adapun langkah yang dilakukan meliputi gotong – royong normalisasi tandon, gerakan penanaman seribu pohon, serta rencana pengembangan kawasan tandon menjadi area wisata yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pak Sanan, salah seorang petani yang kami temui menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para penggerak kegiatan gotong royong ini. Tentunya kegiatan normalisasi waduk sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani. Harapan kami, keberadaan tandon air ini nantinya bisa membantu pengairan sawah, terutama ketika musim kemarau,” ungkapnya.

Melalui langkah nyata KSM Kronjo Hijau, masyarakat berharap Waduk Sumur Karang tidak hanya kembali berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga menjadi kawasan yang lestari, produktif, dan mampu memberikan manfaat bagi pertanian, lingkungan, wisata serta peningkatan ekonomi masyarakat Kronjo.

(Mulyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *